Persyaratan Apply Visa Turis Australia Untuk Freelancer

4
1146
views

Mengurus visa kadang jadi salah satu hambatan untuk mengunjungi negara yang tidak memberlakukan bebas visa bagi paspor Indonesia. Banyaknya dokumen membuat traveler malas mengurusnya, belum lagi kalau visa ditolak, uang visa-nya hangus. Udah rugi waktu dan tenaga, eh uang juga melayang. Agak nyantai kalau biaya visanya di bawah 500 ribu, tapi kalau udah di atas 1 juta, kecewanya tak berujung.

Masalah lain yang dihadapi oleh freelancer adalah dokumen Keterangan Bekerja yang jadi salah satu syarat visa termasuk visa Australia. Yang punya pekerjaan tetap akan mudah mendapatkan surat ini, cukup menghubungi admin HRD, lalu keluarlah surat tersebut. Bagi yang freelancer seperti saya ternyata juga cukup mudah. Waktu mengurus visa Australia, saya melampirkan invoice 6 bulan terakhir dan juga perjanjian kerjasama dengan perusahaan lain. Disinilah pentingnya sebagai freelancer untuk memiliki copy invoice, selain untuk kebutuhan lapor pajak, bisa juga untuk mengurus visa.

Untuk lebih detailnya, saya akan jabarkan satu persatu dokumen yang saya masukkan untuk mengurus visa Australia bulan Agustus 2018.

  1. PASPOR

pasportMasa berlaku paspor masih berlaku 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Jangan berpikir bisa nego, lebih baik urus paspor dulu sebelum apply visa bila paspor kamu 6 bulan lagi expired. Jangan lupa sertakan juga fotocopy paspor lama kamu. Fotocopy semuanya, termasuk lembaran yang telah dicap oleh imigrasi negara yang telah kamu kunjungi.

2. E-KTP, KARTU KELUARGA & AKTA LAHIR

Dokumen ini diperlukan oleh imigrasi Australia untuk mengetahui bahwa data-data kamu benar, termasuk nama lengkap, nama ibu kandung, pendidikan terakhir dan lainnya. Bila E-KTP belum ada karena masih dalam proses, silahkan minta surat keterangan ke kelurahan yang menyatakan bahwa benar E-KTP masih dalam proses.

3. AKTA NIKAH

Dokumen ini kamu masukkan kalau kamu sudah punya, kalau belum punya tidak perlu malu.

4. BUKTI KEUANGAN

Dokumen ini yang kebanyakan membuat para traveller pas-pasan seperti saya mengurungkan niat mengurus visa. Kalau tanya ke travel agent, mereka akan menyarankan punya tabungan minimal 50 juta yang mengendap selama 3 bulan. Tapi kenyataannya tidak demikian. Cukup menghitung jumlah hari x 1 Juta/hari + tiket pp (sekitar 7 Juta pp). Contoh: 14 hari x 1 Juta = 14 Juta + 7 Juta = 21 Juta.

Untuk mendapatkan surat ini, kamu cukup ke kantor cabang bank rekening tabungan kamu, lalu mintalah surat Referensi Bank untuk visa Australia di bagian Customer Service. Surat ini haruslah berbahasa Inggris yang ditujukan ke:
THE EMBASSY OF AUSTRALIA
Jl. Patra Kuningan Raya No. Kav 1-4
Jakarta 12950
Indonesia

Perlu diingat, jangan memasukan uang dalam jumlah banyak secara tiba-tiba ke rekening kamu, apalagi jumlah sebanyak itu belum pernah ada di dalam rekening koran kamu. Misalnya, nilai tertinggi yang transfer ke rekeningmu adalah 5 Juta, lalu pada waktu akan mengurus visa tiba-tiba ada transferan 20 Juta masuk ke rekening kamu. Hal ini akan membuat kecurigaan bahwa kamu meminjam uang hanya untuk mengurus visa dan menganggap bahwa kamu tidak memiliki uang cukup untuk masuk ke Australia.

Kalau belum punya uang yang cukup untuk ke Australia, sebaiknya kamu meminta orang lain menjadi sponsor kamu, bisa orang tua, saudara, atau teman. Cara ini akan lebih baik daripada kamu memanipulasi bukti keuangan kamu.

5. SURAT SPONSOR (Bila Perlu)

Waktu saya mengurus visa Australia, saya tidak menggunakan Surat Sponsor ini, hanya saja banyak yang bertanya, jadilah saya mencoba untuk menjelaskannya.

Dokumen ini sangat perlu bila kamu belum punya cukup uang pada saat mengurus visa. Carilah sponsor yang memiliki rekening yang punya saldo sekitar 100 Juta ke atas, lebih banyak lebih baik. Orang inilah yang akan dicari ketika kamu punya masalah di Australia untuk membeli tiket pulangmu ke Indonesia. Jangan lupa melampirkan nomor paspor sponsor di dalam surat sponsor tersebut. Untuk CONTOH SURAT SPONSOR ini bisa kamu download di sini.

Surat ini dilampirkan bersama Surat Referensi Bank dari Rekening Sponsor dan juga Rekening Koran Sponsor 3 bulan terakhir.

6. SURAT KETERANGAN BEKERJA

Ini dia dokumen yang tidak dimiliki oleh freelancer. Karena surat ini dikeluarkan oleh HRD dari kantor tempat kamu bekerja. Tapi bagi freelancer, dokumen ini bisa diganti dengan invoice atau kontrak kerjasama. Ini juga berlaku untuk penjual online.

Untuk Invoice dan kontrak kerjasama, lampirkan 3 bulan terakhir saja. Pastikan ada nama perusahaan yang ditagihkan dan nomor rekening yang kamu pakai untuk apply visa. Pihak kedutaan Australia akan melihat nama perusahaan dan nominal yang ada di invoice dan kontrak kerjasama tersebut di rekening koran kamu.

7. SURAT UNDANGAN

Ini bukan undangan pernikahan, ulang tahun atau undangan syukuran. Dalam bahasa kerennya Invitation Letter. Ini termasuk salah satu surat sakti untuk bisa mendapatkan Visa Australia, karena pihak kedutaan akan makin yakin bila ada warganya yang mengenal kamu, tapi orang inilah yang akan dicari bila kamu mempunyai masalah imigrasi ketika di Australia. Surat ini sebaiknya dikeluarkan oleh warga negara Australia atau Permanent Resident (PR) yang berkelakuan baik, tidak punya catatan kriminal apapun. Jadi kalau punya keluarga/teman atau pacar warga negara atau PR Australia, bisa minta mereka untuk mengirimkan Invitation Letter ini melalui Email.

Jangan lupa menyertakan surat ini bersama fotocopy paspor dan ID Card/Driver License si pengundang tersebut.

Untuk contoh surat ini, bisa kamu donwload di sini.

8. BOOKING-AN HOTEL

Kalau kamu punya Invitation Letter dan di dalam surat itu tertulis bahwa yang mengundang akan memberikan tumpangan di rumahnya, kamu tidak perlu membuat booking-an hotel ini, tapi kalau si pengundang tidak menyiapkan tempat tinggal, bookingan hotel sangat dibutuhkan. Caranya mudah, cukup google aja situs penyedia hotel yang bisa cancel booking-annya, syukur-syukur kalau bisa booking tanpa kartu kredit atau bayar di muka.

Perhatikan tanggal berangkat dan kepulangannya, harus sama yang diisi di form aplikasi visa.

9. TIKET PESAWAT

Pihak kedutaan tidak mengharuskan adanya tiket pulang dan pergi. Mereka bahkan tidak menganjurkan membeli sebelum visa di setujui. Jadi sebaiknya urus visa terlebih dahulu, setelah dapat visa barulah membeli tiketnya.

Setelah visa diterima, belilah tiket pulang dan pergi, karena ketika check in, kamu harus menunjukkan tiket kepulangan kamu ke petugas check in-nya.

10. DOKUMEN LAIN-LAIN

Sebagai freelancer, saya harus bisa membuktikan dan menyakinkan pihak kedutaan Australia bahwa saya akan kembali ke Indonesia dan tidak mencari kerja di negaranya. Saya melampirkan fotocopy Sertifikat Apartemen dan BPKB mobil saya. Kedua aset inilah yang saya harapkan bisa membuktikan bahwa saya bukan traveller kere hahahaha dan akan kembali ke Indonesia tercinta. Kalau kamu blogger, kamu bisa screenshot Instagram, youtube, toko online dan blog/website kamu lalu di print untuk dilampirkan.

11. FORM APLIKASI

Setelah semua dokumen persyaratan kamu telah lengkap, isilah form aplikasi visa Australia. Agak banyak pertanyaannya, kamu harus siapkan waktu 30 menit hingga 1 jam untuk mengisinya. Untuk form aplikasi visa ini bisa kamu download di sini.

12. PAS PHOTO

Yang terakhir, buatlah pas photo berwarna berukuran 45mm x 35mm dengan background putih.

13. BIAYA VISA

Untuk biaya visa pada bulan Agustus 2018 sebesar 1.737.500 sudah termasuk service fee VFS Global. Pembayarannya cash ya.

Setelah semua lengkap, kamu bisa datang langsung ke VFS Gobal di Kuningan City Lantai 2, Jakarta Selatan atau kamu bisa kunjungi websitenya di http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/ untuk membuat janji temu terlebih dahulu.

Selamat berjuang ya…

4 COMMENTS

    • hai sis, maaffff baru balas.. iya bener, sesuai pengalaman saya ya, dokumen yang saya serahkan hanya yang saya tulis di artikel ini…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here