ITINERARY 19 hari Di Vietnam: 6 Kota + Ha Long Bay

0
1281
views
Ho Chi Minh City Hall

Itinerary pada saat travelling bagi saya sangat penting. Ini membuat saya untuk disiplin dalam komitmen waktu dan uang, apalagi ini adalah perjalanan pertama saya meninggalkan rumah selama 1 (satu) bulan ke negara orang. Itinerary ini menolong saya menentukan rute perjalanan saya jam demi jam setiap hari sehingga saya ngga muter-muter di jalan atau kebingungan menentukan tujuan tempat wisata yang akan saya kunjungi. Tentunya saya mengandalkan google map dalam menentukan jarak, karena saya sering berjalan kaki, naik motor atau naik sepeda untuk city tour.

Nah kali ini saya akan menjabarkan itinerary saya selama 19 Hari menjelajah Vietnam, semuanya menggunakan transportasi darat kecuali Jakarta – Ho Chi Minh. Lalu saya kembali ke Jakarta melalui Phnom Penh, Kamboja. Tiket tersebut saya dapat dengan harga 3 juta untuk 2 orang.

Hari Ke-1:
Jakarta – Singapore – Ho Chi Minh

Saya menggunakan maskapai Jetstar. Jetstar adalah maskapai milik Singapore jadi sudah pasti bila dari Jakarta maskapai tersebut akan transit dahulu ke Singapore sebelum melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh. Transitnya 2 Jam saja, cukup untuk kami cari makan atau keliling Bandara Changi Terminal 1.

Ho Chi Minh

Tiba di Ho Chi Minh jam 3 sore, saya menggunakan bus no. 152 dari Bandara ke Ben Thanh Market dengan biaya 5.000 Dong/orang dan tambahan 5.000 Dong untuk backpack saya. Dari Ben Thanh Market saya jalan kaki 15 menit ke Ava Saigon 3 Hotel. Setelah check in, saya cari makan malam di sekitar hotel.

ben-thanh-market
Pasar Ben Thanh di Ho Chi Minh

Hari Ke-2:
City Tour Ho Chi Minh

Setelah sarapan di hotel, saya mengunjungi General Post Office Saigon, kirim postcard buat teman-teman lalu masuk ke dalam Gereja Basilika Notre-Dame Saigon. Cari makan siang di sekitar kantor pos lalu duduk-duduk di taman belakang gereja. Setelah itu kami ke Reunification Palace atau yang disebut Independence Palace, foto-foto di Ho Chi Minh City Hall, lalu ke taman yang tepat berada di depan gedung Independence Palace. Kemudian jalan kaki ke Municipal Theatre, Ho Chi Minh City, sebuah theatre tua yang masih berfungsi sampai sekarang. Di depannya pas ada pameran foto. Malam hari saya cari makan lalu kembali ke hotel.

taman-depan-independence
Taman di Depan Ho Chi Minh City Hall

Hari Ke-3:
Cu Chi Tunnels

Saya membeli paket tour ke Cu Chi Tunnels Half Day di hotel seharga 129.000 Dong atau setara 64.000 Rupiah/orang. Tiket masuk seharga 90.000 Dong. Harga paket tour tersebut sudah termasuk 1 botol air mineral 300 ml. Lalu makan siang di lokasi Cu Chi Tunnels. Selesai tour, saya ke Ben Thanh Market untuk shopping dan makan malam. Lalu saya kembali ke hotel.

Hari Ke-4:
Ho Chi Minh ke Mui Ne

Setelah check out, dari Ho Chi Minh saya naik bus ke Mui Ne seharga 170.000 Dong atau setara 85.000 Rupiah/ orang. Perjalanan ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 4,5 jam. Tiba di Mui Ne sudah sore. Cari penginapan banyak yang kosong, tapi penginapannya nawarin kamar anaknya yang kosong, jadi nginap disitu 1 malam. Harga kamarnya 7 USD. Setelah cari makan dan berjalan di pinggir pantai, saya kembali ke penginapan.

Hari Ke-5:
Tour Sand Dunes Mui Ne

Saya membeli tour ini di penginapan, ceritanya bisa dibaca di White Sand Dunes, Red Sand Dunes dan Wisata Di Selokan ala Mui Ne, Vietnam. Biaya masuknya 10.000 Dong. Setelah tour, saya langsung kembali ke hotel.

white-sand-dunes
White Sand Dunes

Hari Ke-6:
Mui Ne ke Da Lat

Dari Mui Ne ke Da Lat saya menggunakan bus dengan harga 200.000 Dong atau setara 100.000 Rupiah. Perjalanan ini ditempuh dengan waktu kurang lebih 3.5 jam. Cerita tentang Da Lat bisa kamu baca di Welcome to Da Lat!.

Hari Ke-7:
City Tour Da Lat

Setelah mencari sarapan di sekitar penginapan, saya menuju Valley of Love menggunakan motor sewaan, cerita selengkapnya bisa kamu baca di Menyusuri Lembah Cinta di Da Lat, Vietnam. Setelah itu saya mengunjungi Crazy House. Lalu ke duduk-duduk dan foto-foto di Xuan Huong Lake. Di samping danau ini ada Tourist Information Center, jadi saya bisa dapatkan peta Da Lat. Di seberang danau ada Da Lat Flower Park, taman bunga terbesar di Da Lat. Setelah makan malam, saya kembali ke penginapan.

Xuan Huong lake
Danau Xuan Huong Di Da Lat, Vietnam

Hari Ke-8:
Dalat Railway Station

Setelah sarapan, main ke Pasar Tradisional Da Lat, di sana ada banyak buah dan sayuran segar, harganya juga murah. Kemudian ke Dalat Railway Station, stasiun kereta tua yang dibangun tahun 1932. Di sini kamu bisa ikut wisata kereta selama 1 jam keliling Da Lat. Setelah makan siang, saya menuju Linh Phuoc Pagoda, sekitar 8 km dari pusat kota. Malam harinya ke pasar malam di Da Lat, letaknya di Pasar Tradisional Da Lat.

Dalat Railway Station
Kereta Tua di Da Lat, Vietnam

Hari Ke-9:
Air Terjun di Da Lat

Selesai Sarapan, menuju Datanla Waterfall, cerita lengkapnya bisa dibaca di Air Terjun Datanla di Da Lat, Vietnam. Pulang dari Datanla, lanjut ke Prenn Waterfall. Setelah itu naik  Cable Car di Robin Hill, kemudian sorenya menikmati secangkir kopi Vietnam sambil edit video di Thanh Thuy Blue Water Restaurant, resto yang berada tepat di pinggir danau Xuan Huong. Setelah makan malam, kembali ke hotel.

datanla-waterfall-loket
Loket Tiket Air Terjun Datanla

Hari Ke-10:
Da Lat ke Da Nang

Tujuan saya sebenarnya adalah Hoi An, sebuah kota tua di Vietnam diakui oleh UNESCO sebagai salah satu World Heritage. Namun semua bus dari Da Lat hanya berhenti di stasiun bus kota Da Nang. Setelah sarapan, bus menjemput saya di penginapan. Biaya busnya 280.000 Dong. Model bus ini sleeper bus, jadi saya bisa tidur selonjoran di bus. Lama perjalanan 13 jam.

Hari Ke-11:
Da Nang ke Hoi An

Tiba di Da Nang jam 5 pagi, saya harus menunggu agak terang untuk mendapatkan minivan menuju Hoi An. Lama perjalanan dari Da Nang ke Hoi An hanya 45 menit dengan biaya 100.000 Dong/ orang atau setara 50.000 Rupiah. Sampai di penginapan saya cari makan siang di sekitar hotel dan beristirahat. Malam harinya cari makan malam dan berjalan-jalan di pasar malam Hoi An. Jangan lewatkan pasar malam ini, ada banyak lampion cantik yang bisa di foto-foto.

night-market-hoi-an
Night Market di Hoi An

Hari Ke-12:
City Tour Hoi An

Selesai cari sarapan di kedai kopi, saya menuju ke Quan Cong Temple, sebuah kuil yang dibangun pada tahun 1653 untuk menghormati Jendral Quan Cong atas keberanian dan kesetiaannya. Lalu saya jalan menyusuri pinngir Sungai Thu Bon dan menemukan Phung Hung Ancient House yang dibangun tahun 1780, dulunya ini adalah toko bergaya China, Jepang dan Vietnam. Lalu berkeliling sampai ke Japanese Covered Bridge, jembatan yang dibangun tahun 1590 oleh masyarakat Jepang  ini ditujukan untuk menghubungkan mereka dengan pemukiman orang China yang ada di Hoi An waktu itu. Selebihnya saya naik sepeda mengelilingi kota.

hoi-an-1
Kota Tua di Hoi An

Hari Ke-13:
Hoi An ke Hue

Setelah sarapan saya menuju ke Hoi An Museum of History and Culture, di sini ada banyak macam-macam keramik, lalu ke Pasar Hoi An, setelah itu check out dari hotel dan menunggu minivan untuk menuju Hue. Lama perjalanan Hoi An ke Hue kurang lebih 3 jam dengan biaya 8 USD/orang.

Malam hari tiba di Hue, langsung menuju penginapan dan istirahat.

Hari Ke-14:
City Tour di Hue

Cari sarapan di sekitar hotel, lalu menuju Hue Imperial City, ini adalah kompleks istana yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1993, karena luas jadi setengah hari saya habiskan di sini. Setelah  makan siang, saya menyusuri Sungai Perfume (Perfume River), sungai ini sepi, tenang dan bersih. Di seberangnya ada Kuil Thien Mu (Thien Mu Pagoda) yang merupakan ikon di kota Hue. Sore hari duduk ngopi di toko buku sambil baca-baca buku. Malam hari naik Dragon boat menyusuri Perfume River lalu kembali ke penginapan.

parfume-river-hue
Parfume River di Hue, Vietnam

Hari Ke-15:
Hue ke Hanoi

Pagi sampai sore saya masih di kota Hue, saya menuju stasiun kereta untuk membeli tiket ke Hanoi. Lalu wisata kuliner di sekitar Parfume River. Kemudian ke pasar terbesar di Hue. Setelah itu malam hari menuju stasiun kereta Hue untuk menuju Hanoi. Karena kehabisan sleeper train, saya akhirnya memilih soft seat dengan harga 466.000 Dong atau setara dengan 233.000 Rupiah. Perjalanan ini sekitar 12 jam.

Hari Ke-16:
Hanoi

Tiba di Hanoi sekitar jam 6 pagi, lalu saya berjalan menuju Hoàn Kiếm Lake, danau tengah kota Hanoi. Di sana saya duduk menikmati secangkir kopi sambil melihat danau dan lansia yang sedang asik berolahraga. Lalu menuju penginapan untuk check in dan istirahat. Malam hari saya ke The Old Quarter Night Market, cari makan malam dan shopping.

kuil-di-danau-hanoi
Danau Hoàn Kiếm di Hanoi, Vietnam

Hari Ke-17:
Ha Long Bay

Saya membeli paket tour one day Ha Long Bay di penginapan seharga 25 USD/ orang, biaya kayaking 2 USD/orang. Paket tour tersebut sudah termasuk makan siang. Setelah kembali ke Hanoi, saya cari makan malam di Night Market.

ha-long-bay-1
Berlayar di Ha Long Bay, Vietnam

Hari Ke-18:
City Tour Hanoi

Pagi hari setelah sarapan, saya mengunjungi Ho Chi Minh Mausoleum untuk mengeksplorasi tempat arsitektur dan sejarah yaitu tempat peristirahatan terakhir Bapak Ho Chi Minh. Tepat di sebelahnya adalah rumah Ho Chi Minh yang berada di atas panggung yang didirikan oleh Raja Ly Thai To pada tahun 1049 – struktur ini telah menjadi simbol penting bagi masyarakat Hanoi. Kemudian lanjutkan ke Pagoda Tran Quoc Buddhis di danau  sebelah barat (Salah satu pagoda tertua di Vietnam). Kemudian kunjungi The Hoa Lo Prison (Maison Centrale), salah satu penjara yang digunakan oleh pemerintahan Prancis pada waktu itu untuk memenjarakan tahanan politik.  Setelah makan siang dilanjutkan untuk mengunjungi Museum Etnologi (Hanya buka hari Minggu, Selasa, Kamis dan Sabtu, Lalu ke Kuil Sastra dan Quoc Tu Giam, mampir didepan universitas pertama di Vietnam yang dibangun pada tahun 1070. Duduk sore sambil ngopi di Danau Hoan Kiem lalu masuk ke kuil yang ada tepat disamping danau. malamnya keliling Old Quarter untuk shopping dan makan malam lalu kembali ke penginapan.

The-Hoa-Lo-Prison
The Hoa Lo Prison (Maison Centrale) di Hanoi, Vietnam

Hari Ke-19:
Hanoi – Laos

Inilah akhir perjalanan saya di Vietnam, setelah check out dari hotel saya naik sleeper bus menuju Vientiane, Laos.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here