Jadi Fasilitator Di Pelatihan CITIZEN JOURNALIST Di Tobelo, Halmahera Utara

1
503
views
Peserta wawancara pemilik hotel untuk liputan segmen bisnis

K

e Tobelo kali ini bukan untuk liburan tapi untuk sharing tentang Citizen Journalist bagi remaja dan pemuda di Halmahera Utara. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain menjadi inspirasi bagi orang lain. Saya dan teman saya punya misi agar semua anak muda Indonesia memperkenalkan potensi daerahnya secara mandiri. Jangan bergantung terus sama pemerintah. Anak muda sebaiknya mengerjakan bagiannya. Dengan menjadi citizen journalist, anak muda di daerah bisa memberitakan hal-hal unik, menarik, inspiratif dan informatif yang terjadi di sekitarnya. Walau bukan hal yang mudah mengajar anak-anak di daerah. Karena kenyataannya pegang HP saja mereka belum pernah, apalagi diminta buat video. Ini adalah tantangan buat kami.

Seharusnya pelatihan ini kami desain untuk 1 minggu, tapi karena keterbatasan waktu maka pelatihan ini diadakan selama 3 hari saja namun waktunya dari jam 9 pagi sampai 9 malam. Diikuti sebanyak 20 peserta. Peserta termuda duduk di kelas 2 SMP. Mereka datang dari berbagai desa di Halmahera Utara. Mereka sangat antusias. Bahkan belajar selama 10 jam perhari saja mereka selalu semangat, gak ada yang ngantuk. “Selalu semangat pagi” itu yang selalu menjadi semboyan mereka.

Hari pertama kami sharing tentang teori Citizen Journalist. Mengajarkan mereka bagaimana menjadi CJ, teknis menggunakan kamera, bagaimana mewawancarai narasumber, bagaimana PTC (Piece To Camera), cara membuat narasi dan materi-materi lainnya, sorenya mereka mulai mempraktekkan membuat liputan di sekitarnya. Mulai meliput tentang taman, bisnis atau jalanan rusak. Semua orang langsung mengambil posisinya masing-masing. 1 orang yang memegang kamera, 1 orang lagi yang berdiri depan kamera. Seru dan unik. Mereka menjelaskan dengan gaya dan bahasa mereka sendiri. Lalu malam hari kami membahas hasil video mereka.

Peserta wawancara pemilik hotel untuk liputan bisnis
Keesokan harinya setelah sarapan bersama kami menuju ke tempat wisata. Namanya Tanjung Bongo. Ini tanjung cantik banget. Mereka siap dengan smartphone di tangan, mulai dari naik ke mobil, saat di perjalanan, hingga sampai di pelabuhan Galela. “Untuk menuju Tanjung Bongo, kita harus naik ketinting selama 10 menit” seorang anak memulai PTC-nya. Mulai dari berangkat sampai pulang, para peserta terlihat semangat merekam moment mereka. Ketika kembali ke hotel, kami makan siang bersama dan istirahat. Sore hari kami mulai mengajarkan bagaimana mengedit video-video yang sudah mereka buat.
Peserta wawancara pemilik perahu untuk liputan wisata
Di hari terakhir mereka menonton hasil video yang telah mereka edit, lalu membuat informasi apa saja yang sudah mereka rekam, setelah itu mereka upload ke media tv.
Ada kebahagiaan tersendiri ketika mereka berhasil membuat sebuah karya dari apa yang sudah kami bagikan. Semoga semuanya tidak sia-sia, dapat berguna bagi masa depan mereka.

1 COMMENT

  1. Betul banget Rian. kemarin waktu ke Tidore, ada sharing session gitu. Kita minta mereka untuk menulis baik malui blog atau kirim ke media. trus juka bikin video, mereka juga ad ayang punya drone. sebarkan dan kenalkan daerah kamu. Alhadulilah, positif banget hasilnya

    kalau nunggu pemerintah, ya…… begitulah hehehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here