Hello Tobelo!

0
479
views

Jam menunjukkan 11.30 ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandara Kuabang Kao. Wings Air adalah satu-satunya pesawat yang mendarat di bandara ini. Pesawatnya pun tipe ATR 72-600. Pesawat yang pakai baling-balingnya di luar. Pesawat kecil ini bisa menampung 78 penumpang dan 4 awak pesawat. Karena terbangnya agak rendah, saya bisa melihat keindahan laut Halmahera Utara dari atas.

Ketika turun dari pesawat, kamu akan melihat sebuah bunker peninggalan Jepang waktu perang dunia kedua. Bunker ini dapat tembus sampai ke pantai, begitu kata supir angkot yang mengantarkan saya ke kota Tobelo. Kalau kamu datang dari luar bandara, kamu harus minta ijin ke petugas bandara untuk melihat bunker ini. Jangan coba-coba masuk ke dalam terowongannya, karena bunker ini sudah lama tidak digunakan, kemungkinan ada ular atau hewan buas lainnya.

Karena jarak antara bandara dan kota Tobelo lumayan jauh, saya harus naik angkutan umum kira-kira 1,5 jam lamanya. Angkutan umum di sini agak mewah, karena mobilnya bukan mobil angkot kayak di Jakarta, tapi warga di sini menjadikan mobil pribadi seperti Avanza, Innova atau Rush menjadi angkot. Biayanya 100.000/orang. Kamu akan diantar sampai di hotel yang kamu tuju.

Jalanan menuju kota Tobelo cukup bagus, mulus, tidak banyak lubang atau jalanan rusak. Hanya beberapa hewan peliharaan warga seperti babi, kambing atau sapi menyeberang jalan. “Itu sudah biasa mbak, babi di sini sering menyeberang jalan sendiri” kata supirnya. Kalau nabrak hewan peliharaan itu, cukup lakukan 2 hal: lari atau bayar. Hahaha…

Hotel yang jadi tempat nginap saya di Tobelo adalah Hotel Bianda. Hotel kelas melati ini ada di tengah kota, tepatnya di jalan Kemakmuran. Jangan tanya nomor berapa. Ternyata di Tobelo semua rumah, toko atau kantor tidak menggunakan nomor. Warga disini terbiasa menjelaskan tempat dengan kata: atas, bawah, laut, darat. Contohnya saat saya bertanya letak rumah makan, resepsionis hotel menjelaskan kira-kira begini artinya: mbak jalan ke atas, trus dapat lampu merah, lurus saja, nanti dapat toko bangunan, belok ke laut…

Travelling ke Tobelo, kamu harus jadi traveller mandiri. Semua harus cari tau sendiri. Dari 8 pertanyaan ke resepsionis hotel Bianda, 7 pertanyaan dijawab dengan 1 kata: “Tara tau eh” yang artinya: “ga tau ya”. Jadi jangan terpaku pada pepatah: malu bertanya sesat di jalan. Karena di Tobelo ini kamu tidak akan tersesat.

Bila kamu pencinta air laut, silahkan masukkan Tobelo jadi destinasi wisata kamu.

Selamat berlibur….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here