Mengurus Paspor Hilang di Kinabalu, Malaysia

0
478
views

Rencana perjalanan kali ini mengunjungi Brunei melalui Kinabalu, Malaysia. Rute yang saya pilih: Jakarta ke Kinabalu pakai Airasia, dari Kinabalu ke Brunei pakai kapal ferry, dari Brunei ke Kuching pakai bus, dari Kuching ke Jakarta pakai Airasia. Jadi tiket yang sudah saya beli Jakarta – Kinabalu, Kuching – Jakarta. Waktu itu dapat promo 1 juta PP.

Setelah sampai di Kinabalu dan melewati imigrasi, seperti biasa saya selalu tertarik dengan loket tourist information. Saya ambil beberapa brosur informasi wisata yang ada di Kinabalu dan peta kotanya. Setelah itu saya jalan keluar untuk mencari bus menuju pusat kota. Kebetulan penginapan yang saya booking hanya beberapa meter saja dari terminal bus. Ketika check in di penginapan, saya minta teman saya untuk menggunakan paspornya untuk diberikan ke resepsionis tersebut untuk dicopy. Setelah meletakkan tas, kami keluar mencari makan dan keliling kota Kinabalu.

Singkat cerita ya…
Penginapan yang saya booking itu penuh dengan kutu busuk, saya tulis ceritanya di artikel lain.

Kami check out dari penginapan tersebut dan check in di Tune Hotel. Nah ketika check in di Tune Hotel tersebut barulah saya sadar kalau paspor saya tidak ada di dompet dokumen. Saya panik, mengingat lusa akan ke Brunei. Sudah tentu saya tidak bisa masuk negara lain tanpa paspor itu.

Jadi seharian saya habiskan menyusuri kembali jalan yang saya lewati kemarin. Dimulai dari bandara, loket tiket bus, terminal bus, rumah makan, halte-halte bus, ngais-ngais tempat sampah yang di samping halte bus, nanya ke tukang sapu, pokoknya semua kemungkinan-kemungkinan saya rekayasa untuk dapatkan paspor yang hilang itu. Tapi nihil. Saya putus asa. Lebih sedih lagi ketika mengingat bulan depan saya punya tiket untuk ke Aussie.

Balik ke hotel, saya ceritakan masalah saya ke resepsionis hotel. Managernya yang baik hati membantu saya untuk menelpon kantor KJRI Kinabalu. Dia menanyakan apakah ada orang yang membawa paspor saya kesana. Tapi hasilnya nihil juga. Sudah lah, daripada saya bersedih, saya mengambil keputusan untuk segera pulang ke Indonesia dan melupakan perjalanan saya selanjutnya. Tapi saya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk keliling kota Kinabalu. Jadi saya putuskan untuk tinggal beberapa hari dulu setelah itu mengurus paspor pengganti ke KJRI. Karena bila saya sudah mendapatkan paspor pengganti itu, maka paling lambat besoknya saya sudah harus kembali ke Indonesia.

Dua hari kemudian, pagi-pagi saya ke kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan. Beruntung kantor polisinya dekat dengan hotel, hanya menyebrang jalan trus jalan beberapa menit saja. Di sana saya dilayani oleh polisi perempuan, wajahnya ramah. Dia membuatkan laporan sesuai keterangan saya dan dengan ramah dia menawarkan untuk membuat 2 rangkap surat tersebut, “kamu berikan 1 ke KJRI di sini lalu 1 lagi kamu simpan untuk di negaramu, pasti kamu perlu” begitu kata ibu polisinya.¬†Biayanya gratis.

Selesai membuat laporan polisi, saya bawa dokumen tersebut ke KJRI Kinabalu di Lorong Kemajuan, Karamunsing, Kota Kinabalu. Kantor KJRI-nya lumayan besar tapi sepi. Di dalam hanya ada beberapa orang yang menunggu. Kira-kira 10 menit kemudian, nomor antrian saya dipanggil. Saya memberikan surat keterangan kehilangan dari kepolisian, tiket pulang dan foto paspor di HP saya. Lalu saya diminta untuk masuk ke sebuah ruangan untuk difoto. Proses pengurusannya cepat. Setelah membayar RM 15, saya bisa mengambil paspor pengganti atau SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). Surat ini hanya untuk 1x jalan. Dan jalannya harus jalan pulang, tidak boleh mampir kemana-mana. Makin sedih deh. Tapi saya tidak putus asa, saya coba tanya ke petugas imigrasi, apakah saya bisa pakai SPLP ini ke Brunei lalu disana nanti saya akan urus SPLP lagi. Petugasnya bilang dia belum pernah nanganin kasus seperti itu, setaunya harus langsung dipakai pulang ke negara asal. Tapi petugasnya menyarankan untuk bertanya langsung ke kedutaan Brunei.

KJRI Kinabalu Malaysia

Dari KJRI saya naik taksi ke kedutaan Brunei. Kedutaannya lebih kecil lagi dan sepi banget, tidak ada pengunjung selain saya. Satpamnya juga ramah, saya dipersilahkan masuk untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya. Saya memberikan SPLP saya, setelah dicek, petugas imigrasi Brunei bilang kalau saya tidak bisa menggunakan SPLP masuk ke negaranya. Saya harus kembali ke Indonesia lalu mengurus paspor baru setelah itu bisa masuk ke Brunei. Ya sudah, saya cuma bisa ber-oooh saja. Setelah bilang terima kasih, saya balik badan. Lunglai ?. Tapi makin sedih lagi ketika di kompleks kedutaan Brunei itu tidak ada taksi yang mangkal, jadilah saya berpanas-panasan jalan kaki 1 km untuk keluar dari kompleks kedutaan ini. Sedih adek tak berujung bang hahaaha

Untuk menghibur diri, sore itu saya tidak langsung balik ke hotel, saya menghabiskan sisa waktu hari ini dengan duduk di pinggir pantai Tanjung Lipat, duduk termenung sambil diasapin oleh penjual ikan bakar. Penjualnya kayaknya sengaja ngasap-ngasapin biar bikin saya laper. Jadilah saya malam itu menghabiskan 2 ekor ikan bakar yang gurih dan manis.

Pantai Tanjung Lipat, Kinabalu, Malaysia

Keesokan paginya, saya bawa dokumen yang saya urus di KJRI kemarin ke imigrasi Malaysia di Kinabalu untuk mendapatkan check out memo sebelum pulang ke Indonesia.

Mengurus Check Out Memo di Imigrasi Kinabalu, Malaysia

Banyak waktu dan uang yang terbuang, jadikan kelalaian saya ini sebagai pelajaran, jangan simpan paspor sembarangan.

Untuk Video Mengurus Paspor Hilang, selengkapnya silahkan lihat di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here